Kamis, 12 April 2012

Apem Kesesi






Apem yang sering dikenal dengan nama Apem Comal sebenarnya dibuat di Kesesi. Pembuatan   apem sangat unik. Menurut legenda, hanya daerah Kesesi tepatnya dukuh Bantul yang dapat membuat   Apem dengan sempurna dan dengan kualitas yang baik. Di daerah itu katanya airnya sangat baik untuk membuat   Apem. Selain daerah itu dapat juga membuat   Apem, tetapi tidak dapat sebaik yang dibuat di daerah Bantul. Makanya tidak semua apem yang dibuat di Kesesi selalu enak rasanya. Bahan untuk membuat Apem berupa tepung beras dan gula merah/ gula jawa/ gula aren. Sedangkan peralatan yang digunakan juga unik berupa Dandang, anyaman, sarangan dan daun. Anyaman dan sarangan dibuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat mencetak  Apem. Peralatan ini belum tergantikan oleh plastik atau sejenisnya seperti perkembangan jaman sekaran banyak peralatan yang telah diganti dengan plastik.

Apem yang sering dikenal dengan nama Apem Comal sebenarnya dibuat di Kesesi. Pembuatan   apem sangat unik. Menurut legenda, hanya daerah Kesesi tepatnya dukuh Bantul yang dapat membuat   Apem dengan sempurna dan dengan kualitas yang baik. Di daerah itu katanya airnya sangat baik untuk membuat   Apem. Selain daerah itu dapat juga membuat   Apem, tetapi tidak dapat sebaik yang dibuat di daerah Bantul. Makanya tidak semua apem yang dibuat di Kesesi selalu enak rasanya. Bahan untuk membuat Apem berupa tepung beras dan gula merah/ gula jawa/ gula aren. Sedangkan peralatan yang digunakan juga unik berupa Dandang, anyaman, sarangan dan daun. Anyaman dan sarangan dibuat dari bambu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat mencetak  Apem. Peralatan ini belum tergantikan oleh plastik atau sejenisnya seperti perkembangan jaman sekaran banyak peralatan yang telah diganti dengan plastik.
Apem yang baik, kalau dimakan enak, tidak “nggedadel” (bahasa Kesesi) atau agak lengket di mulut. Kalau dilihat warnanya terang, tidak kusam, kelihatan tidak halus tapi seperti ada gelembung-gelembung udaranya. Untuk lebih gurih, kadang ada pedagang yang sengaja menaruh irisan kelapa (bukan parutan) di atas   Apem.
Cara Membuat   Apem
Beras dicuci bersih, lalu direndam selama dua malam, kemudian digiling sampai menjadi tepung, setelah itu tepung diuleni(b.Jw) / diaduk rata sampai berbentuk adonan. Gula merah dicairkan lalu adonan dicampurkan menjadi satu dan di cetak. Setelah cicetak lalu dikukus selama 10 menit.
Setiap hari pembuat Apem memproduksi untuk dipasarkan di Pasar Kesesi dan di Pasar Comal Kabupaten Pemalang. Makanya   Ape mini lebih dikenal sebagai Apem Comal. Bahkan sekarang bagi yang membutuhkan dapat pesan melalui SMS. Kalau tidak, jangan harap untuk memperoleh apem yang kualitas baik.
UPK Kesesi melalui Kelompok SPP ikut melestarikan para pedagang/ pembuat apem dengan memberikan bantuan pinjaman. Ada beberapa pedagang yang tergabung dalam kelompok pedagang apem mengajukan pinjaman SPP untuk menambah modal usahanya. Sehingga produksi Apem meningkat. Sekarang setiap hari para pedagang dapat memproduksi Apem sebanyak 600 biji, sedangkan tiap biji harganya Rp 500,00.


Dok,UPK Kesesi
Foto : Pandhit Janipar

9 komentar:

  1. Apem kesesi emang rasanya Enak banget...
    Apa lagi buatan Ibu Menis... Yang belum ada tandingannya..,
    sudah populer di kabupaten pekalongan dan pemalang..

    BalasHapus
  2. Ikut Numpang Eksis, jangan lupa klik Iklanya yaw, 1 atau 2 kali aja dah, saya dah berterimakasih sekali...
    http://kabupatenkajen.blogspot.com/2013/11/apem-kesesi-kec-kesesi-kab-pekalongan.html

    BalasHapus
  3. numpang Eksis ahhhh,,,,,,Klik Iklan 2 kali saya ucapkan terimkasih,,
    http://kabupatenkajen.blogspot.com/2013/11/apem-kesesi-kec-kesesi-kab-pekalongan.html

    BalasHapus
  4. Apem Comal, dahulu ketika masih kanak-kanak sering diajar Ibuku ke daerah Pekalogan dari Tegal naik Bus, ketika melewati daerah Comal banyak penjaja Kue Apem orang mengenalnya apem Comal yang warnanya coklat berlubang-lubang dan berbetuk seperti Gamelan Gong rasanya enak lembut dan manis entah setelah 40 tahun belum merasakan lagi kue tersebut masih adakah yang dijual di terminal bus kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apem yang paling enak ada di Kesesi. untuk yang dijual di pasar Comal kualitasnya masih dibawahnya.

      Pak Bambang di mana nih? kok sampai 40 tahun tidak merasakan apem lagi...

      Hapus
  5. wah, baru tahu ada masakan tradional seperti ini. pingin coba ah.

    BalasHapus

salam kenal, kalau mau silakan tinggalkan pesan.